Pages

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 05 Januari 2013

Ramalan Perikanan di Tahun 2013-2020

      Assalamualikum wr. wb, sesuai dengan judul blog ane yang bernama Rise Of The East, karena penanggalan maya yang mewakili kaum pagan dan orang barat udah berakhir dan inilah waktu bagi kaum timur untuk menunjukan saatnya dunia ini, Timur yang memimpin. Sadar atau gak sadar, kita berada diantara pemikiran barat dan timur, iya gak ??? buktinya ajah, sejak era setelah perang dunia ke II hingga era 1990 Amerika dan sekutunya menguasai dunia, so kalo mereka menguasai dunia sehingga dengan otomatis branch mark dunia berada di tangan Barat. Sadar atau tidak tingkah laku manusia itu kaya virus, lebih bahaya dari pada flu babi dan flu burung, gak percaya coba perhatikan di era 1990 yang merupakan era emas kaum barat. Life style sangat berpengaruh bukan? lihat aja ada celana jeans, fast food atau Junk food dan sebagainya, ternyata era life style itu adalah menghasilkan uang. Ane ambil fokus pada kebiasaan orang Barat dalam memakan fast food yang notabennya mereka suka sekali adalah daging merah, berupa ayam, sapi dan lainnya. Dampak ini cukup besar bahkan sisa dinasti fast food yang jualan ayam goreng masih ada di Indonesia, sebut saja KFC, Mc Donald dan Texas, tetapi ane bisa pastikan itu dulu dan kini orang dah pada tahu akan nilai gizi.
            Perkembangan ilmu gizi, sedkit banyak membawa pengaruh lho!!!  kepada life style terutama terkait pangan sehingga orang mau hidup sehat, termasuk ane bayi sehat. Sadar gak?? sejak China menjadi kekuatan baru ekonomi dunia terjadi perubahan signifikan, seperti yang ane katakan di awal sebagai bangsa pengikut, Indonesia hanya melihat pasar dan kabar baiknya bola kristal itu ada ditangan Indonesia. Ya bola itu ada di Indonesia, percaya atau gak waktu terjadi olimpiade Beijing 2008 ikan kerapu di Jakarta Utara habis tinggal sisa jaring buat melihara kecebong hehehe, masa iya kecebong di laut. Berita baiknya kalo kita temui sekarang banyak bermunculan warung seafood dan fast food yang menyediakan olahan ikan. Sayangnya kita tidak sendirian di binis perikanan ada Thailand, India dan China, tapi boleh bangga sedikit Indonesia termasuk negara 3 besar pertumbuhan ekonomi dibawah China dan India, namun ane lihat ini negeri yang gak sadar idensitasnya yang perlu diinget negara Indonesia adalah Negara Maritim. Indonesia seharusnyalah berfokus kepada maritim industrial, momentum saat ini merupakan titik balik bagi siapa saja yang ingin masuk sebagai New Power in The World, ane rasa Indonesia punya itu. 
              Perikanan bukanlah sektor kelas bawah, tahu gak? pada tahun 2012 dari Koran Jakarta tertanggal 2 Maret 2012.  Indonesia membuat rekor fantastis dengan nilai ekpor perikanan, meskipun masih didominasi oleh komoditas udang dan olahan mencapai 3,34 Milyar US dollar dan diperkirakan tahun 2012 akhir mencapai 3,6 Milyar US dollar karena belum keluar dari KKP dan cuma ada prediksa aja. Perikanan bukanlah sektor kelas dua, tapi sektor wahid untuk menentukan kedaulatan ekonomi Indonesia di mata dunia, cuma secara produktivitas dalam luasan hektar kita masih kalah dari China. 
            Sektor budidaya perikanan dan olahan ikan adalah ujung tombak untuk mencapai ini semua, bayangkan saat krisis finansial di Amerika dan sekutunya, tetapi ekpor Indonesia meningkat, so ini tanda mau krisis atau gak orang disana butuh ikan buat makan. Jikalau mau belajar bagaimana mengelola perikanan dalam hal manajemen bisnis boleh lah kita belajar pada Thailand dan Vietnam. 2 Negara serumpun ini luar biasa, Thailand merupakan ekportir udang terbesar di dunia tapi gak usah takut salah satu perusahaan Indonesia udah akuisisi SIS di Hawaii yang merupakan satu-satunya pengekpor induk udang vanamei dan Vietnam sangat luar biasa tahun 90 an belajar ikan patin di Indonesia, kemudian tahun 2000an mereka menjelma menjadi ekportir ikan dori terbesar di dunia dan sadisnya lagi ikan dori atau patin itu sudah masuk Indonesia, bayangkan guru sekarang diajarin murid, kalo boleh info Vietnam devisa negaranya terbesar adalah dari ikan patin dengan berpusat pada sungai mekong. Sekarang kenapa kita bisa tertinggal, apasih bedanya Indonesia sama Thailand ? Thailand petambak disana lumaya berpendidikan baik ada kok yang S1, buktinya disana dia udah pada bisa pake mikroskop boy and sist, so dia bisa tahu tuh ikan atau udang ini kena penyakit apa dan gimana penanggulangannya, Thailand bangsa yang punya idensitas sebagai bangsa Agraris, so dia fokus dan Raja membantu baik dengan bibit, pakan dan penelitian terpadu, kalo di kita cuma fokusnya, tapi gak tahu fokus yang mana hehehe. Satu lagi, Indonesia dibandingkan Vietnam, Vietnam negara ini notabennya pernah kalah sama si Rambo sendirian tapi berhasil bangkit, tapi kok bisa ya?? produksinya berjalan baik, ini karena dia menerapkan yang disebut oleh Porter ahli ekonomi sebagai klaster. Klaster adalah bentuk sistem ekonomi yang terintegrasi pada suatu tempat sehingga meminimkan biaya dan mereka berhasil, Indonesia udah ada kok yang berhasil dengan konsep minapolitan sewaktu zaman Pak Fadel Muhammad, tapi saat ini gaungnya ke dalam sumur kali ya, gak kedengeran. 
Ane punya beberapa unek-unek kenapa Indonesia gak mandiri di sektor pangan dalam hal ini perikanan, sekaligus biar ramalannya berhasil.
1. Jabatan Kementrian setingkat Mentri jelas merupakan tarik menarik elit politik, so kayaknya fokus utamanya bisa tahu sendiri aja, kalo saja disini bisa mengintegrasikan dengan serius mengajak swasta dan perguruan tinggi. ane yakin akan lebih baik.
2. Pemanfaatan potensi Indonesia menurut Dr. Rokhmin dahuri masih kurang bro, contoh aja untuk saat ini dari 1.200.000 ha tambak udang, hanya 350.000 ha yang dimanfaatkan dengan rata-rata hasil panen 0,6 ton/ha/tahun, tapi kalo di tempat ane kerja produktivasnya dah baik, so bayangkan kalo kita manfaatin 500.000 aja dengan hasil panen rata-rata 2 ton/ha/tahun maka hasilnya adalah 1 juta ton , so kalo diuangkan 6 Milliar US dollar baru dari udang dan lebih hebatnya bro mampu meningkat 3 juta lapangan kerja. Ente gak salah pilih perikanan
3. Minapolitan yang digalakan harus di audit publik dan bener2 dikerjain dah tuh, jangan sampai ada KKN, nanti dibikinin museum Hamblang lagi sama pak Lukman Sadri.
4. Melirik pasar Timur tengah, negara ini kebanyakan pada minum minyak jadi kaya-kaya dan karena pergesaran tingkah laku kebanyakan makan kambing bikin darah tinggi, sekarang mereka pilih ikan . buktinya banyak lulusan dari perguruan tinggi ane kerja di Arab heheh, mudah-mudahan berikutnya ane.
5. Kalo bisa Kurangi Impor cukupin dari ikan dalam negeri dan buat produk high quality, biar gak kalah saing.
6. Pemerintah kan buat progam Sarjana membangun desa buat anak-anak peternakan, KKP buat dunk yang sama Sarjana membangun Kolam masa kalah sama KEMENTAN.
7. Pahamilah idensitas sebagai bangsa maritim, ini yang terakhir dan satu lagi kalo bisa anak perikanan istiqamah ya, kalo bukan kita, siapa lagi ??? tenang aja tempat kita masih lahan basah karena ada air, hehehhe.
Ane belum bisa produksi ton-tonan ikan dan jual ke luar negeri, sekiranya artikel ini bisa menggugah jiwa perikanan sudah cukup. Sekarang Sadar Potensi, Sadar Teknologi, Sadar Pasar dan Sadar Jati Diri Indonesia . Terima kasih untuk Prof. Enang Haris dan Prof. Rokmin Dahuri, kebetulan pernah ikut kuliahnya jadi ane paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar